 |
|
| Sekolah Bertaraf Nasion'l |
|
| |

| |
|
| Manajemen Pendidikan |
|
| |
 | |
|
| Inovasi Pendidikan Baru |
|
| |

| |
|
| Pasang / Baca Lowongan |
|
| |

| |
|
| Pendidikan Penerbangan |
|
| |
 | |
|
| Aviasi Untuk Masyarakat |
|
| |

| |
|
| Sayap-Sayapnya Dokter |
|
| |

| |
|
| Mutasi Guru & Dosen |
|
| |

| |
|
| PTHP, SLTA & SLTP.Net |
|
| |
Perguruan Tinggi HP [ PTHP.Net ]Perguruan Tinggi (PT) termasuk semua jenis pendidikan setelah Sekolah Menengah (Swasta dan Negeri). Perguruan Tinggi bertanggungjawab untuk menjaminkan seorang mahasiswa/i akan mencapai suatu sukses di lapangan kerja dan menerapkan ilmu serta memiliki kemampuan sosial yang cukup untuk menganalisa, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu yang positive. Mahasiswa/i yang lulusan PT seharusnya mampu meningkatkan mutu hidup untuk lingkungannya maupun negaranya. Isinya di-update hampir setiap hari. |
|
Sekolah Menengah HP [ SLTA.Net ]Homepage ini berisi informasi untuk semua Sekolah Menengah (SMU - SMK - MAN) di Indonesia supaya siswa-siswi, guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang berminat yang bisa menggunakan Internet dapat saling mengenal dan berkomunikasi. Isinya dan pendaftaran siswa/i dan pendidik di-update hampir setiap hari. Mohon kunjungi Forum dan Buku Tamu kami. Saran-saran, informasi, peran serta aktif , dan bantuan Anda sangat bernilai tinggi. Semoga Anda dapat memanfaatkan homepage ini sekarang dan seterusnya. |
|
Sekolah Dasar & Lanjutan [ SLTP.Net ]Homepage ini diisi informasi tentang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Homepage ini dibuat supaya siswa-siswi, guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang berminat yang bisa menggunakan Internet dapat saling mengenal dan berkomunikasi. Kalau Anda anggota lingkungan SLTP/SD mohon mendaftar supaya jaringan komunikasi bisa di lanjutkan. Isinya dan pendaftaran siswa/i dan pendidik di-update hampir setiap hari. Mohon kunjungi Forum dan Buku Tamu kami. |
|
| |
|
 |
|
 |
|
| News / Reference Pendidikan |
|
| |
| Korupsi Pendidikan Dilakukan Berjamaah dan Sistemik | | By admin |
| Friday, February 08, 2008 10:00:00 |
Clicks: 10564 |
 |
 |
|
|
Jumat, 08 Februari 2008
Korupsi Pendidikan Dilakukan Berjamaah dan Sistemik
Pendidikan di Indonesia sangat mahal? wajar karena maraknya praktik korupsi pendidikan yang terjadi dilakukan secara berjamaah dan sistemik.
Penilaian ini diungkapkan Indonesia Corruption Watch (ICW), mengamati kasus-kasus korupsi pendidikan yang semakin lama semakin marak. ''Korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah,'' kata Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik (MPP) ICW, Ade Irawan.
Ia mengatakan tindakan korupsi sistemik itu mulai dari penerapan strategi pembiayaan didasarkan pada proyek wajib belajar, karena model proyek tersebut memudahkan terjadinya korupsi. Jenis, jumlah dan pola korupsinya sangat tergantung pada tingkatan atau jenjang penyelenggara.
''Untuk menghilangkan korupsi di sektor pendidikan harus dilakukan, dengan cara mendorong partisipasi dan transparansi dalam penyelenggaraan pendidikan,'' katanya.
Ia mengemukakan selama 2007, orang tua murid tingkat sekolah dasar, menanggung biaya pendidikan anaknya yang rata-rata sebesar Rp 4,7 juta. Dana sebesar Rp 4,7 juta tersebut, untuk biaya tidak langsung sebesar Rp 3,2 juta, seperti untuk biaya membeli buku, alat-alat tulis, serta les privat di luar. ''Padahal anggaran dana untuk BOS buku itu Rp 900 miliar, yang berarti setiap siswa mendapatkan Rp 254 ribu/tahun, tapi kenyataannya biaya yang dikeluarkan orang tua untuk sekolah terus meningkat,'' keluh Ade.
Kemudian, biaya pungutan sekolah sebesar Rp 1,5 juta, dan pungutan paling sering terjadi adalah, pembayaran lembar kerja siswa (LKS) dan buku paket yang kemudian diikuti uang infak, penerimaan siswa baru dan uang bangunan sekolah.
Pengeluaran terbesar dikeluarkan untuk pungutan kursus di sekolah Rp 311 ribu, kemudian diikuti oleh buku ajar, bangunan serta LKS dan buku paket masing-masing sebesar Rp 145 ribu, Rp 140 ribu dan Rp 123 ribu.
''Bahkan beberapa pungutan yang dilarang bagi SD yang menerima dana BOS, ternyata masih terjadi seperti uang ujian, uang ekstrakurikuler, uang kebersihan, uang daftar ulang dan uang perpisahan murid, guru dan kepala sekolah,'' katanya.
Ia mengatakan gejala beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua, semakin bertambah di tengah kenaikan anggaran untuk sektor pendidikan dan adanya dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Disebutkan, besaran biaya Rp 4,7 juta untuk pendidikan itu, merupakan hasil penelitian ICW pada orang tua murid di lima daerah, yakni DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Garut, Kota Padang dan Kota Banjarmasin. ''Oleh karena itu, kebijakan pembiayaan wajib belajar jangan hanya didasarkan pada kepentingan proyek, karena bisa menimbulkan korupsi,'' katanya.
(ant )
Sumber: Republika Online
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=322555&kat_id=59
Info Lanjut: http://beritapendidikan.com/mod.php?mod=publisher&op=viewcat&cid=18
|
| |
|
| More Reference Pendidikan Berita |
. Group Work at University Park Campus School . Fenomena Bunuh Diri Pelajar . Daya Serap Lulusan SMK Masih Rendah . Sekolah Roboh . Penderita Gizi Buruk dan Putus Sekolah Melonjak . Wajar 9 Tahun Harus Tuntas Akhir 2008 . 3.560 Warga Solo Buta Aksara . Sertifikasi Guru, Mengapa tidak Lulus? . Kualitas Guru Jadi Poin Utama Deklarasi Bali . Sembilan Negara Sepakat Capaian EFA untuk Peningkatan Kualitas Guru
|
|
|
 |
|  |